Dilaporkan Petugas TransJakarta, Dewi Persik Akan Laporkan Balik

Dilaporkan Petugas TransJakarta, Dewi Persik Akan Laporkan Balik
Dewi Persik

Kabar5.Com, Jakarta | Jakarta | Penyanyi Dewi Murya Agung alias Dewi Persik mengaku tak tinggal diam setelah dilaporkan petugas TransJakarta terkait terobos Busway. Dewi Persik menyebut akan melaporkan balik.

“Ini yang kami tunggu, kami akan laporkan balik atas laporan ini yang tidak sesuai dengan fakta, justru kalian yang memfitnah kami tanpa bukti,” tulis Dewi dalam akun Instagram @dewiperssikreal, Minggu, 3 Desember 2017.

Dewi mengaku sudah mengantongi video saat ia masuk ke jalur Busway. Dewi menegaskan, saat itu ia memang hendak buru-buru menuju RS Fatmawati dan sudah mendapatkan izin dari polisi.

Kami sudah pegang video tersebut untuk bukti dan apa yang kalian fitnahkan walau dengan 1.000 orang saksi kami tidak takut karena yang dibutuhkan hukum itu bukti dan kami punya bukti bahwa kami dapat diskresi dari aparat kepolisian (pengawalan) lewat telepon dan WA (WhatsApp), dan surat RS Fatmawati dan bukti petugas portal tersebut mengatakan binatang lewat video dan memprovokasi warga,” urai pedangdut ini.

Dewi justru meminta bukti rekaman CCTV jika saat itu ia mengancam petugas portal TransJakarta. Dewi menegaskan, saat itu ia tak hanya dengan suaminya, Angga Wijaya, di mobil.

“Kalau bukti bahwa kami mengancam dan mengawali semua ini, tolong beri bukti CCTV. Kalau ternyata tidak terbukti, siap-siap menerima apa yang kalian fitnahkan pada kami,” paparnya.

“Dan satu lagi, jangan mengada-ada untuk bilang bahwa hanya ada 2 orang di dalam mobil tersebut yang nyatanya ada 3 orang, selama ini semua orang yang bekerja sama dengan saya di station TV manapun selalu saya didampingi asisten saya untuk membantu pekerjaan saya dan nggak pernah berdua #majuteruspantangmundurselamaBENAR,” tambahnya.

Sebelumnya, Dewi dilaporkan petugas TransJakarta Harry Maulana Saputra. Harry melapor ke Polda Metro Jaya pada Sabtu, 2 Desember 2017. Nomor laporan tersebut teregister dengan nomor LP/5891/XII/2017/PMJ/DIT RESKRIMUM.

“Dia membuat laporan karena merasa terancam atau terintimidasi (saat insiden penerobosan busway),” ujar Humas PT TransJakarta, Wibowo, saat dikonfirmasi awak media, Minggu, 3 Desember 2017.

Pasal yang dilaporkan ialah pasal 335 KUHP tentang ancaman dan kekerasan, pasal 212 KUHP tentang melawan petugas dan pasal 315 KUHP tentang fitnah.

Insiden penerobosan busway yang dilakukan artis dengan sapaan Depe itu terjadi pada Sabtu malam, 25 November 2017, di jalur TransJ, Pejaten, Jakarta Selatan.

 

(red)

Tags: ,
banner 468x60

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.